CARE International in Indonesia

Konsultan untuk Pengembangan SOP Multi Hazard dan Penerapan ICS/SKPDB - DKI Jakarta

All jobs Print Apply
English

Job

Active since 14-08-2018 Job category Advice / consultancy
Location DKI Jakarta Level Mid-Senior level
Educational level Bachelor / Graduate Employment type Contract / Interim
Hours 0 Salary -
Posisi:
Konsultan untuk Pengembangan SOP Multi Hazard dan Penerapan ICS/SKPDB

Atasan Langsung:
Project Manager SIGAP Project


Lokasi:
Jakarta



LATAR BELAKANG

Program SiGAP adalah singkatan dari “Strengthening Government’s Ability towards Disaster Preparedness”, yaitu program penguatan kapasitas pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan resiko bencana, melalui kerja sama dengan masyarakat dan lembaga non-profit kemanusiaan yang diprakarsai oleh Wahana Visi Indonesia dan berkolaborasi dengan CARE International di Indonesia, Catholic Relief Service dan Yayasan Sayangi Tunas Cilik dengan dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat (USAID).

Program SIGAP bertujuan untuk mendukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam membangun strategi pengurangan risiko bencana di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Program SIGAP telah dilaksanakan sejak September 2015 dan ditargetkan akan berakhir pada Februari 2019, melalui kemitraan dan kolaborasi antar pihak yang berfokus pada kegiatan:
a. Melakukan kajian, review dan pembaharuan dokumen kebencanaan yang terintegrasi dengan pengarusutamaan gender dan disabilitas.
b. Melakukan peningkatan kapasitas kelembagaran pemerintah dan masyarakat dalam manajemen risiko bencana yang secara inklusif mengarusutamakan gender dan disabilitas dalam pengembangan rencana kontinjensi bencana.
c. Mengembangkan standar operasional prosedur (SOP) untuk scenario kejadian multi-bencana yang terintegrasi dengan Incident Command System (ICS) dan sistem komando penanggulangan bencana (SKPDB).
d. Membantu pengembangan Penilaian Kebutuhan Cepat (Rapid Need Assessment) saat tanggap darurat bencana yang inklusif sosial (mengarusutamakan gender dan disabilitas) berbasis teknologi aplikatif.



TUJUAN

•Tujuan umum kontrak dari kegiatan “Jasa Konsultan untuk Pengembangan SOP dan Penerapan ICS/SKPDB” diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendapatkan jasa keahlian dari konsultan (perorangan/tim) dalam membantu jalannya proses dan mewujudkan output/hasil dari rekomendasi kajian awal dan desk review pada point B diatas.
2. Membantu menyusun konsep dan rencana aktivitas Pengembangan SOP dan Penerapan ICS/SKPDB.
3. Memfasilitasi proses dan implementasi kegiatan sebagai bagian dari aktivitas Pengembangan SOP dan Penerapan ICS/SKPDB.
4. Menyusun dokumen SOP dan Penerapan ICS/SKPDB yang sejalan dengan rencana kontijensi daerah, dan berlandaskan perundang-undangan maupun peraturan terkait.


HASIL YANG DIHARAPKAN

•Hasil yang diharapkan dari aktivitas “Jasa Konsultan untuk Pengembangan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB” antara lain:
1. Dihasilkannya dokumen (TOR/Kerangka Acuan Kegiatan) dan slide presentasi yang akan disampaikan dalam proses “FGD Pengembangan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB” sebelum dilaksanakannya kegiatan.
2. Dilaksanakannya kegiatan FGD, interview maupun desk review sebagai proses SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB.
3. Meningkatnya pemahaman dan kesadaran peserta FGD/Diseminasi terkait SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB kebencanaan diwilayahnya masing-masing.
4. Tersedianya dokumen “SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB” untuk wilayah kelurahan Pejagalan dan Kapuk Muara, kecamatan Penjaringan/kota Jakarta Utara dengan penerimaan dan persetujuan dari BPBD, pada akhir masa kontrak kerja sama.



LINGKUP PEKERJAAN

• Lingkup pekerjaan dari aktivitas “Jasa Konsultan untuk Pengembangan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB” diantaranya:
1. Berkoordinasi dan melaporkan aktivitas kegiatan kepada Project Manager (PM) SIGAP untuk mempersiapkan rencana maupun implementasi aktivitas Pengembangan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB dan kebutuhan di lapangan.
2. Mengidentifikasi dan berkordinasi dengan pemerintahan daerah dan struktur kelembagaan dibawahnya, pemangku kepentingan dan perwakilan masyarakat dalam proses Pengembangan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB.
3. Melakukan pendekatan untuk mendapatkan dukungan dari pemerintahan daerah dan struktur kelembagaan dibawahnya, pemangku kepentingan dan masyarakat, yang menjadi pelaku (mendapatkan mandat/dalam struktur) dalam mengaktivasi maupun melaksanakan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB.
4. Melakukan review kebijakan (UU dan peraturan turunannya) dan sumber lain yang relevan untuk diadaptasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan Pengembangan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB di wilayah dampingan CARE Indonesia (Kelurahan Pejagalan dan kapuk Muara -Kecamatan Penjaringan – Kota Jakarta Utara).
5. Melakukan kajian kebutuhan dalam bentuk focus group discussion (FGD), interview maupun bentuk kegiatan lain yang mendukung.
6. Menyiapkan TOR/Kerangka Acuan Kegiatan dan materi/kebutuhan focus group discussion (FGD) dalam bentuk slide presentasi maupun dokumen pendukung yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
7. Berkoordinasi dengan PM, Capacity Building Officer (CBO), dan Gender Specialist/Konsultan dalam menyiapkan TOR, proses FGD maupun dokumen SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB
8. Memfasilitasi proses FGD/Lokakarya secara partisipatif, dalam proses pencarian data/informasi SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB.
9. Melaporkan hasil pekerjaan secara tertulis dalam bentuk Laporan kegiatan Pengembangan SOP multi hazard dan Penerapan ICS/SKPDB.
10. Merangkum semua hasil temuan, review maupun kajian dan hasil analisa dalam dokumen SOP Multi Hazard di tingkat kelurahan Pejagalan dan Kapuk Muara serta Kecamatan Penjaringan/Kota Jakarta Utara.

 


DURASI & WAKTU PELAKSANAAN


Durasi pekerjaan akan dilakukan maksimal selama 2,5 bulan, dimulai setelah dilakukannya penanda tanganan kontrak kerja pada bulan Agustus dan diharapkan selesai pada awal bulan November 2018, dengan kerangka waktu pelaksanaan adalah sebagai berikut:

Aktivitas-1 :
• Review dokumen: Draft Rencana Kontijensi;
• Penyusunan kerangka kerja Konsultan.
Waktu Pelaksanaan: 1 Hari
Output:
a. Bullet point review multi hazard, skenario bencana, asumsi dampak;
b. TOR/Rencana aktivitas, time line, dan output.

Aktivitas-2 :
Konsultasi dan kordinasi dengan pemangku kebijakan/pihak-pihak terkait kebencanaan (BPBD, Dinsos, Damkar, Dinkes, Kecamatan, Kelurahan, TNI/Polri dll.) serta masyarakat terkait SOP-ICS multi bencana.
Waktu Pelaksanaan: 2 Hari
Output:
a. Review penerapan existing SOP – ICS/ SKPDB bencana lintas lembaga di Jakarta Utara;
b. Alur SOP dan mekanisme kerja antar lembaga.

Aktivitas-3 :
Penyiapan dokumen/modul fasilitasi Workshop/FGD sistem kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana.
Waktu Pelaksanaan: 1 Hari
Output:
a. Modul/TOR FGD;
b. Slide presentasi;
c. Dokumen/bahan-bahan fasilitasi FGD.

Aktivitas-4 :
Workshop/FGD/Lokakarya untuk validasi dan menguji sistem kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana tingkat kecamatan Penjaringan/kota Jakarta Utara.
Waktu Pelaksanaan: 2 Hari
Output:
Laporan FGD sistem kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana.

Aktivitas-5 :
Desk review, elaborasi hasil kajian dan penulisan laporan/dokumen.
Waktu Pelaksanaan: 2 Hari
Output:
a. Skenario Kejadian;
b. Penyusunan perencanaan, struktur dan fungsi.

Aktivitas-6 :
Kajian HVCA di 2 kelurahan (Kelurahan Pejagalan dan Kapuk Muara): validasi/update HVC yang sudah ada, @kelurahan: 2 hari.
Waktu Pelaksanaan: 4 Hari
Output:
Laporan kajian HVC dan SOP kebencanaan di Kelurahan Pejagalan dan Kapuk Muara.

Aktivitas-7 :
Internalisasi SOP: TTX/Gladi dan simulasi bencana di tingkat Kecamatan Penjaringan.
Waktu Pelaksanaan: 1 Hari
Output:
Timeline, susunan pelaksana kegiatan.

Aktivitas-8 :
Uji coba SOP: Gladi Posko di kelurahan Pejagalan dan Kapuk Muara.
Waktu Pelaksanaan: 2 Hari
Output:
Laporan kegiatan dan evaluasi SOP.

Aktivitas-9 :
Fasilitasi public hearing draft SOP – ICS/SKPDB.
Waktu Pelaksanaan: 2 Hari
Output:
Laporan evaluasi dan Draft II dokumen SOP – ICS.

Aktivitas-10 :
Penulisan dokumen final.
Waktu Pelaksanaan: 1 Hari
Output:
Draft final dokumen SOP – ICS untuk wilayah Jakarta Utara.



KUALIFIKASI

a. Minimal Sarjana, dengan background pendidikan/keahlian dibidang sosial, pembangunan masyarakat, antropologi/geografi kebencanaan (lebih disukai) atau lulusan sarjana dibidang relevan yang ditunjang dengan pengalaman.
b. Memiliki pengetahuan dan pengalaman/pernah bergabung dalam proyek-proyek manajemen kebencanaan.
c. Memiliki pengalaman dalam menyusun dokumen kebencanaan (HVCA, SOP, Sistem Penanganan Darurat Bencana, atau lainnya) dan dapat menunjukkan hasil pekerjaannya.
d. Memiliki pengalaman dalam memfasilitasi Lokakarya/FGD bertema kebencanaan dengan pendekatan partisipatif dan pendidikan orang dewasa.
e. Memiliki pengalaman dalam membangun jaringan (kerja sama) antar pemangku kepentingan, lembaga dengan kelompok/masyarakat.
f. Memiliki kemampuan analisis yang memadai dalam merencanakan sistem penanganan darurat bencana yang efisien dan aplikatif.
g. Dapat membuat laporan kegiatan/dokumen (ditunjukkan bukti laporan/dokumen hasil penulisan).
h. Menunjukkan track record keahlian dalam aktivitas profesionalnya lebih dari 10 tahun.



Pelamar agar mengirim berkas lamaran disertai dengan data pendukung, yang tediri dari :
• Profile organisasi jika bukan perorangan;
• Daftar riwayat hidup yang komprehensif dari individu/anggota tim yang terlibat dalam kegiatan lengkap dengan 3 referensi yang bisa dihubungi;
• Rencana implementasi/proposal teknis terperinci sesuai dengan lingkup kerja, output/hasil yang diharapkan;
• Proposal Keuangan yang menunjukkan rincian biaya, seperti biaya konsultasi, dll



Harap kirimkan lamaran Anda segera dan posisi ini terbuka hingga terisi.

 


"Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi akan terpilih"

More information
This listing is a full-time job

Job category Advice / consultancy
Industry / Industries Government / Non-profit
Region Indonesia
Keywords

Contact information

Name Hafni Nasution

Location

Apply